Surga Neraka

Andaikata surga benar-benar ada,
mengapa manusia tidak bersungguh-sungguh mengejarnya?

Andaikata neraka benar-benar ada,
mengapa manusia tidak bersungguh-sungguh menghindarinya?

Apakah ini karena kebodohan mereka?
Atau justru karena saking pintarnya mereka?

Hampir setiap orang yang beragama yakin akan masuk sorga. Benarkah?
Yang tak peduli agama bahkan tak takut dengan neraka.
Dan sisanya tak peduli apapun kecuali dirinya.

Yang benar-benar pintar pasti akan bersikap antisipasi.
Yang sok pintar tak takut menipu Yang Maha Tahu.
Mereka berani menantang azabNya, alangkah bodohnya.
Yang benar-benar bodoh mungkin malah diampuni.

Andaikata manusia meyakini bahwa surga neraka benar-benar ada,
lalu kenapa perbuatan mereka mengingkarinya?
Alangkah banyaknya manusia yang beribadah, juga melakukan dosa.
Siapakah yang hendak mereka tipu?
Tuhannya?... Orang lain?... atau diri mereka sendiri?

Yang pasti, jelas mereka menganggap enteng perkara surga neraka.
Mungkin karena memang tak kelihatan wujudnya.
Atau karena saking sombongnya dan percaya dirinya.
Atau karena memang pendek pikirannya, tak sanggup melihat jauh.

Marilah kita coba melihat yang dekat saja.
Yaitu miniatur surga neraka di dalam diri kita sendiri.
Saat kita melakukan kebaikan, kita membangun surga di dalam diri kita sendiri. Tidakkah ini terasa?
Saat kita melakukan ibadah, kita membangun surga di dalam diri kita sendiri. Tidakkah ini terasa?
Bahkan saat kita berpikiran positif, kita membangun surga di dalam diri kita sendiri. Tidakkah ini terasa?


Dan sebaliknya...
Saat kita melakukan kejahatan, kita membangun neraka di dalam diri kita sendiri. Tidakkah ini terasa?
Saat kita berbuat maksiat, kita membangun neraka di dalam diri kita sendiri. Tidakkah ini terasa?
Bahkan saat kita berpikiran negatif, kita membangun neraka di dalam diri kita sendiri. Tidakkah ini terasa?

Rasakan, rasakanlah semampu-mampumu, demi kebaikanmu sendiri.
Rasakan kalau jiwamu yang sehat bergembira di dalam surgamu.
Atau sebaliknya...
Rasakanlah barangkali jiwamu sedang merana dibakar di nerakamu.
Dan bertobatlah sebelum semuanya menjadi terlambat.