Jenuh Jemu Pasrah

Yang ini seolah membenarkan kekerasan sebagai kebenaran.
Apakah ini benar?
Rasanya ada sesuatu yang salah di sini.
Jenuh rasanya dengan segala macam bentuk kekerasan.

Yang itu menyimpan kesombongan tersembunyi sebagai kebenaran.
Bagaimana mungkin kesombongan menjadi kebenaran?
Atau mungkin ini hanya salah persepsi.
Tapi rasanya ada yang sangat meragukan dan kurang pas disini.

Yang satu lagi menyajikan kerumitan complexity sebagai kebenaran.
Mengapa harus rumit?
Kerumitan mudah menyesatkan.
Kesederhanaan adalah lebih menyenangkan dan melegakan hati.

Yang dua lagi malah memaksakan kepalsuan sebagai kebenaran.
Bukankah ini sangat bertolak belakang?
Tidaklah mungkin kebenaran demikian membingungkan.
Jemu rasanya dengan segala logika palsu yang dipaksakan.

Kalau harus memilih...memilih yang mana?
Sang Tujuan pasti tidak akan menyesatkan.
Manusialah yang cenderung sesat.
Jadi...ya pasrah saja...

Hint:
Pohon yang menyenangkan untuk berteduh dan bersandar adalah pohon yang tak dirawat tapi tetap tumbuh subur, dan sudah teruji dapat tumbuh di segala musim dan jenis tanah.